Selasa, 26 Juni 2012

Contoh Alur Cerpen

Tentang Alur pada sebuah Cerita,perhatikan contoh cerpen ini yaa haem.

Tiba-tiba ia tertegun.Di sana,sayup-sayup dari jauh,di arah seberang kali sebelah timur,terdengar suara jeritan orang.Tapi selintas saja,jeritan diputuskan oleh sebuah letusan yang sangat hebat...kemudian
hening seketika,desingan yang banyak mulai reda,tinggal satu-satu letusan di sana-sini.Warni menegakkan kepala,matanya mulai liar,badannya dihadapkan ke timur,ke arah tempat jeritan datang,kemudian membalik menghadap ke barat,tegak bertolak pinggang lalu lari dan lari menurutkan jalan rel,lari kencang sambil mulutnya berkomat kamit.Dari kamit mulutnya keluar lagi perkataan seperti biasa,tiada berujung tiada berpangkal,..si bengis lagi,si ganas lagi...dan ia lari terus,lari lepas sebagai melancar saja,tiada kaku-kakunya.Dan ketika ia sampai di jalan pertemuan antara jalan kerete dan jalan raya,ia berhenti sebentar seolah-olah berpikir,kemudian ia membelok menurutkan jalan raya,ia berhenti sebentar,seolah-olah berpikir,kemudian ia membelok menururkan jalan raya.Dari jauh dalam pandangan kabur sambil berlari,ia melihat benda bergerak,berderet sepanjang jalan,tetapi sebelum ia tahu benar apa yang dilihatnya,sebuah peluru datang menyongsong,tepat menembus tulang dadanya.Warni terpelanting,jatuh tersungkur di tengah jalan.Sebentar berontak merentak-rentak,mengerang,menyumpah-nyumpah,terhambur pula dalam sumpah serapahnya perkataan,si bengis lagi,si ganas lagi,hitam,kejam...rupanya dalam ia bergulat mempertahankan hidupnya dengan sakaratul maut,kebenciannya kepada si hitam-kejamnya,si bengis-ganasnya masih sanggup mengatasi rengutan tangan malaikat pengambil nyawanya yang akan menceraikan rohnya dengan badan kasarnya.Warni lama merontak-rontak,merentak ke sana ke mari,kemudian lemah tak berdaya...Warni yang sebentar ini masih menjadi kerangka hidup,kini sudah benar-benar menjadi kerangka mati.Mati terhantar di tengah jalan,tiada dihiraukan orang,tiada ada yang menangis meratapi,ia meninggal tidak sebagai pahlawan yang dapat dibanggakan oleh bangsa,tidak sebagai kurban pembela kemerdekaan.Ia mati hanya sebagai korban kebuasan,salah satu korban dari sekian banyaknya.

Bagaimana dengan srtuktur cerita di atas? Bagian pendahuluannya adalah situasi sesuai pola umum sebuah cerita.Ketertegunan Warni,jeritan dari arah timur,bunyi letusan,kemudian tokohnya sendiri mulai lari dan mencapai klimaks saat peluru menembus tulang.
Sedang akhirnya adalah ketika tokoh mati bukan karena ia pahlawan kemerdekaan melainkan korban keganasan.

Unsur tindakan,penokohan dan suasana hati menjalin hubungan yang terpadu.Sementara latar,waktu dan makna yang terkandung dalam seluruh cerita tadi lebih memperjelas Alurnya.

Seluruh cerita mempunyai alur yang lebih besar. Yang mencakup bagian-bagian kecil.Alur besar dan alur-alur kecil ini memenuhi semua unsur yang diperlukan untuk dinamakan alur. (Puan Harapap)

Semoga bermanfaat...
Senyum Sapa Salam...
LeFa_Nie


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar